Jumat, 20 Oktober 2017

Askep DIAGNOSA,INTERVENSI,IMPLEMENTASI, DEMAM TYPOID

 Buat kalian yang cuman mencari definisi, analisa data, diagnosa ,intervensi, dan implementasi nya saja.  Mimin udah siapin inti inti dari tugas kalian nih.

Untuk kedepannya baca juga landasan teori dan askep secara lengkap demam typoid ya.😎
Oke langsung saja. Kita tampilkan materi nya. SELAMAT MEMBACA!

A. DEFINISI DEMAM TYPOID
          Thypoid adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri salmonella thyposa. Thypoid adalah infeksi akut pada usus halus yang menimbulkan gejala-gejala. Bakteri ini disebebkan oleh lalat melalui makanan dan minuman yang masuk kedalam perut. Penularannnya terjadi secara fecal oral melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, masa tunas penyakit ini 1-3 minggu, orang yang pernah terkena penyakit thypus disebut “corner thypus”.
            Thypoid fever/demam thypoid merupakan penyakit infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai dengan gangguan sistem pencernaan  dengan atau tanpa gangguan kesadaran.

B. ANALISA DATA
Untuk analisa data kalian bisa copas langsung saja dengan materi pada diagnosa di bawah ya guys.

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d Tidak nafsu makan ditandai dengan pasien mengatakan tidak nafsu makan dan hanya bisa menghabiskan ¼ dari porsi yang diberikan rumah sakit

2. Hipertermi b/d Proses infeksi salmonella typhi ditandai dengan suhu tubuh pasien mencapai 38,9⁰C  dan tubuh teraba hangat

3. Gangguan aktivitas b/d Kondisi tubuh yang lemah ditandai dengan pasien tidak mampu melakukan aktifitas sehari-hari dengan mandiri seperti mandi,pergi ke WC dll

D. PRIORITAS MASALAH

1. Hipertermi b/d Proses infeksi salmonella typhi ditandai dengan suhu
tubuh pasien mencapai 38,9⁰C  dan tubuh teraba hangat

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d Tidak nafsu makan ditandai dengan : pasien mengatakan tidak nafsu makan dan hanya bisa menghabiskan ¼ dari yang diberikan porsi rumah sakit dan pasien tampak lemah dan tidak bertenaga

3. Gangguan aktivitas b/d Kondisi tubuh yang lemah ditandai dengan pasien tidak mampu melakukan aktifitas sehari-hari dengan mandiri seperti mandi,pergi ke WC dll

E. INTERVENSI KEPERAWATAN
1.  Hipertermi b/d Proses infeksi salmonella typhi ditandai dengan suhu tubuh pasien mencapai 38,9⁰C
- Pantau suhu tubuh pasien setiap 8 jam sekali
(Rasional)
Untuk mengetahui kondisi tubuh pasien
-  Anjurkan pada keluarga untuk memberikan kompres hangat pada pasien
(Rasional)
Sebagai media perpindahan kalor secara konduksi
- Anjurkan pasien menggunakan baju tipis yang menyerap keringat
(Rasional)
Untuk mempermudah proses penguapan dalam tubuh
- kolaborasi pemberian obat penurun panas.
(Rasional)
Untuk menormalkan kembali suhu tubuh pasien

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d Tidak nafsu makan
-  Anjurkan pasien makan sedikit tapi sering
(Rasional)
Menyesuaikan asupan dengan keasaman lambung
- Pantau status nutrisi pasien
(Rasional)
Membantu menentukan asuhan keperawatan yang tepat
- Anjurkan makan selagi hangat
(Rasional)
Meningkatkan selera makan klien
- Kolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian diet TKTP makanan
(Rasional)
Untuk membuat program diet yang sesuai dengan kebutuhan

3.  Gangguan aktivitas b/d Kondisi tubuh yang lemah
-Kaji kemampuan aktivitas pasien
(Rasional)
Menentukan tindakan yang tepat menggunakan nilai kemampuan pasien

-Jelaskan pada klien pentingnya melakukan pergerakan kecil
(Rasional)
Untuk membiasakan tubuh terhadap gerakan dan pemulihan kondisi tubuh yang lemah

-Jelaskan pada pasien aktivitas yang dapat dan tidak untuk dilakukan
(Rasional)
Informasi yang benar dapat membantu proses penyembuhan dengan baik

-Jelaskan sebab-sebab timbulnya penyakit
(Rasional)
Agar pasien lebih teliti terhadap kesehatan dirinya sendiri

F.IMPLEMENTASI
nah guys kalian pasti tau kan cara membuat implementasi. Tinggal copas intervensi dan mengubah kalimat kalimat tindakan menjadi Kaliman kerja.
Contoh.
Anjurkan pasien makan sedikit tapi sering.

Pada implementasi  tinggal mengubah kalimat awalnya saja.
Contoh.
Menganjurkan pasien makan sedikit tapi sering.

Yup. Semoga bermanfaat.






       






Tidak ada komentar:

Posting Komentar